Tampilkan postingan dengan label Peternakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peternakan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 September 2013

Idul Kurban dan Swasembada Sapi


Negeri gemah ripah loh jinawi, tongkat batu jadi tanaman, negeri dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia peternakan terdidik terbanyak di dunia, tapi sapi saja impor. Bagaimanapun juga ini semua sudah terjadi. Modernisasi menyebabkan dunia peternakan menjadi terjerembab di emperan peradaban. Kesan peternakan adalah kampungan bukan modern. Yang modern itu pabrik dan keluarganya. Maka jadilah pak tani peternakan tidak menginginkan anaknya menjadi petani peternakan lagi. Ternaknya dijual demi pendidikan dan masa depan anaknya. Keadaan ini berlangsung puluhan tahun. Maka terjadilah keadaan seperti sekarang ini, produksi daging sapi lokal tidak mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga harus impor. Dan impornya tidak tanggung-tanggung, jutaan ton daging sapi.

Maka muncullah beberapa solusi oleh petinggi negeri, salah satu solusi jempolan adalah membuka lahan peternakan sapi di Australia. Salah satu dasar pemikirannya adalah jarak Australia – pulau Jawa lebih ekonomis dibanding pengembangan peternakan di beberapa sentra produksi sapi di Indonesia Timur.

Apapun solusi yang ditawarkan dan diterapkan namun bila mengesampingkan potensi tradisonal yang dimiliki bangsa ini maka sama saja dengan menelantarkan rakyat sendiri. Pengembangan lahan peternakan di Australia tanpa mengembangan potensi peternakan dalam negeri akan membuat ekonomi rakyat peternak sapi menjadi tidak bergerak. Maka selain solusi prestisius pengembangan peternakan sapi di Australia maka pengembangan potensi peternakan sapi dalam negeri harus menjadi prioritas juga karena menyangkut perekonomian rakyat dalam jumlah yang besar.