Senin, 23 September 2013

Tuan Pilek


Salah satu gejala modernitas adalah otomatisasi. Otomatisasi ini membuat gerakan manusia menjadi berkurang drastis. Semua bisa dikendalikan secara otomatik.

Demikianlah konon kabarnya pak Fulan, salah satu manager pada perusahaan swasta menjalani hari-harinya pada dunia perkotaan modern yang penuh dengan otomatik. Bangun pagi, mandi, pake shower, tidak pake gayung. Pergi kerja, pake mobil pribadi, hanya sedikit berjalan kaki dari ruang makan menuju garasi mobil. Sampai di kantor hanya sedikit pergerakan jalan kaki dari ruang parkir menuju pintu lift, selanjutnya lift membawanya menuju lantai tempat bejerja. Seharian di dalam ruangan kerja berAC. Mungkin karena kurang pergerakan maka pak Fulan sering terkena flu, apalagi kerjanya diruangan berAC. Maka sering sekretiaris pribadinya disuruh menyediakan obat flu di kantornya dan sudah menjadi konsumsi setiap hari.

Pada suatu hari, terjadi kekacauan sistem kelistrikan yang menyebabkan gangguan listrik di kantornya. Pak Fulan terpaksa harus tidak menggunakan lift, naik tangga menuju lantai sekian tempatnya bekerja. Keringat bercucuran, dan dengan dengan penuh perjuangan pak Fulan sampai juga di lantai sekian tempatnya bekerja. Sorenya listrik belum normal, lift belum bisa dipakai. Pulng kerja pak Fulan memakai tangga turun. Demikian terjadi sampai 3 hari baru listrik normal kembali dan kehidupan otomatik kembali hadir. Selama 3 hari tersebut pak fulan naik dan turun bekerja dengan bersimbah keringat, maklum jarang bergerak. Namun 3 hari itu pula pak Fulan tidak mengkonsumsi obat pileknya. Dan itu menjadi bahan pikiran pada pak Fulan. Pak Fulan memutar otaknya untuk mengupayakan agar penyakit pileknya bisa hilang tanpa harus bersimbah keringat setiap hari. Maka pak Fulanpun mencoba mempergunakan tangga naik sampai pada batas lantai tertentu sampai mulai berkeringat, dan kemudian disambungnya pakai lift. Demikian juga waktu pulang kerja. Setiap hari dipraktekkannya seperti itu sehingga pak Fulan bisa menghilangkan sakit flunya yang pada waktu dulu menjadi langganan setiap harinya. Tuan pilek itu tidak pernah pilek lagi.


Manusia modern memang perlu introspeksi diri bahwa modernitas akan membuat hidupnya kehilangan gerakan yang akan membawa pengaruh negatif pada dirinya. Seringkali manusia modern menyelesaikan masalah ini dengan dengan konsumsi makanan, minuman maupun obat-obatan padahal solusi yang murah meriah yaitu gerakan tubuh bisa hadir setiap saat di setiap tempat dan waktu. Otomatisasi jangan menjadi penjara bagi hidup manusia modern. Manusia bisa bergerak sesuai keinginannya di dalam alam otomatisasinya. Bahkan ketika menyetir mobilpun manusia modern tidak harus berdiam diri, bisa bergerak badan ke kanan ke kiri, tentunya harus ditemani oleh alunan musik, dangdut atau disco.

Bergeraklah.

Salam reformasi.

Rahmad Daulay

24 septeber 2013.

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar