Senin, 26 Mei 2014

Gerinda Tambalan Jalan



Pemeliharaan jalan masih merupakan topik yang menarik untuk diperbincangkan karena infrastruktur jalan masih merupakan urat nadi perekonomian. Jalan rusak masih merupakan penyebab tingginya biaya ekonomi dan menyebabkan bertambahnya komponen biaya produksi dan distribusi yang berujung pada tingginya harga jual produk barang dan jasa.

Jalan berlubang merupakan produk dari berbagai faktor penyebab seperti perencanaan yang tidak matang, pengerjaan yang tidak standar, material yang tidak standar, lemahnya pengawasan, kualitas tukang yang perlu ditingkatkan, kurangnya kesadaran akan umur bangunan dan kaitannya dengan kewajiban melakukan pemeliharaan jalan. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah kurangnya pengawasan akan tonase truk barang yang boleh melintasi jalan umum. Kesemuanya memberi kontribusi rusaknya jalan umum.

Jalan berlubang dimulai dari titik-titik kerusakan yang dibiarkan terus menerus sehingga titik-titik kerusakan melebar dan mendalam. Jalan berlubang biasanya diperbaiki dengan penambalan dengan material aspal. Produk penambalan jalan sering tidak nyaman dilalui kenderaan akibat tidak ratanya permukaan tambalan jalan dengan jalan semula. Apapagi apabila tambalan jalan memiliki perbedaan ketebalan di atas 1 cm dan pinggiran tambalan tidak landai alias menyerupai kotak maka bisa diprediksi akan terjadi guncangan pada kenderaan yang melaluinya. Pada tambalan jalan yang memiliki perbedaan ketebalan di bawah 1 cm dan berpinggiran landai memang nyaman dilalui kenderaan namun tetap saja ada ketidakpuasan karena tambalan jalan tetap saja tidak indah dipandang mata.


Saya berangan-angan tambalan jalan bisa seperti tambalan semen di dinding rumah. Dinding rumah apabila berlubang atau retak akan ditambal dengan semen dan hasilnya lurus dengan dinding semula. Tambalan dinding akan terlihat lenyap  akibat pengecetan.

Saya berangan-angan bahwa Badan Litbang Kementrian PU atau Lembaga Penelitian Perguruan Tinggi akan mengembangkan gerinda jalan yang berfungsi menggerinda tambalan jalan sehingga tambalan jalan yang semula menyerupai gundukan setelah digerinda akan lurus atau hampir lurus menyerupai handylpast di kulit. Gerinda jalan ini tentunya bukan hal yang mustahil karena gerinda logam tentu tidak akan jauh berbeda dengan gerinda jalan karena bahan baku aspal didominasi oleh bebatuan dan aspal cair. Kekerasan logam dan kekerasan batu tentu hampir sama. Perbedaannya pada sifat lentur logam sedangkan batu bersifat getas. Sehingga pembuatan gerinda jalan tentu merupakan keniscayaan.

Bila gerinda jalan ini bisa duwujudkan maka gundukan tambalan jalan bisa digerinda sehingga tambalan jalan bisa dibuat lurus dengan jalan semula.

Apabila impian gerinda jalan ini gagal, perlu dipikirkan untuk merubah material penambalan jalan dari semula penambalan memakai material aspal dirubah dengan penambahan jalan dengan material semen beton. Penambalan dengan material semen beton ini akan memudahkan membuat permukaan tambalan akan lurus dengan permukaan jalan semula. Agar tak terlihat bopeng-bopeng maka semen betonnya diberi warna menyerupai warna aspal. Tentu masih dibutuhkan beberapa percobaan dan pengujian agar perbedaan komposisi material semen beton dan komposisi material bisa saling mendukung mencegah kerusakan yang lebih parah dan bisa mudah menyatu dan tidak lekang satu sama lain.

Salam konstruksi

Rahmad Daulay

26 mei 2014.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar