Selasa, 08 Januari 2013

Briptu Norman


 
Untuk kesekian kalinya dunia maya membuat kaget dan melahirkan selebritis baru. Briptu Norman, demikian namanya, seorang prajurit Brimob di Polda Gorontalo. Berkat hobbynya menyanyikan lagu – lagu India, dengan gayanya dan rekamannya diupload ke dunia maya. Semula hal tersebut dianggap tindakan indisipliner, namun berkat kebesaran jiwa para pimpinannya maka nama Briptu Norman pun meroket dalam blantika selebritis masa kini. Media elektronik seakan berlomba memberitakannya.

Bila kita kaji secara lebih mendalam, banyak ditemukan orang –orang yang memiliki keterampilan tertentu namun justru mereka tidak menggelutinya, mereka justru berprofesi di luar keterampilannya. Katakanlah Briptu Norman, walaupun memiliki keterampilan bernyanyi, ternyata profesinya adalah seorang prajurit kepolisian.


Dari beberapa diskusi dengan rekan – rekan, bila dilakukan tes bakat minat dan psikologis, ternyata sebagian besar orang menggeluti profesi yang berbeda jauh dengan keterampilan terunggul yang dimilikinya. Salah satu penyebabnya adalah tidak suburnya lahan untuk mengasah keterampilan dan bakat terpendam tersebut. Pada usia muda, kita hanya menjalani pendidikan umum mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah dan ketika memasuki pendidikan tinggi juga bukan berdasarkan pertimbangan minat bakat yang sesuai. Apalagi pendidikan dasar dan menengah tidak menumbuhkembangkan keterampilan dan bakat dari diri para pelajar, justru hanya mengedepankan pendidikan umum yang sebenarnya tidak sesuai dengan bakat dan keterampilan terpendam seseorang.

Bagaimanapun juga sumber daya manusia adalah merupakan kekayaan terbesar yang dimiliki oleh Indonesia. Yang apabila SDM ini bisa dimaksimalkan potensinya dan disatupadukan dengan kekayaan alami yang lain tentu akan menghasilkan output yang luar biasa.

Untuk itu perlu dilakukan upaya sistematis dan menyatupadukan bakat terpendam seseorang, dunia pendidikan dan dunia kerja. Ketika pelajar pendidikan menengah pertama yang biasa disebut SMP akan menammatkan pendidikannya, perlu dilakukan tes minat bakat dan psikologi kepada semua pelajar SMP sebagai bahan pertimbangan baginya kemana kira – kira akan melanjutkan pendidikan menengah atasnya, apakah akan melanjutkan ke sekolah memengah umum, sekolah menengah kejuruan atau akan kemana ? Hal ini harus diimbangi dengan penyediaan fasilitas pendidikan yang sesuai oleh pemerintah, terutama penyediaan fasilitas dan sekolah kejuruan dengan berbagai bidang disiplin ilmu. Saat ini sekolah menengah atas masih didominasi oleh sekolah menengah umum dan beberapa sekolah menengah kejuruan teknik dan sekolah menengah kejuruan ekonomi. Sangat jarang ditemukan jenis sekolah menengah kejuruan yang lain seperti SMK pertanian, SMK peternakan, SMK perikanan, SMK  kelautan, SMK farmasi, SMK seni budaya, SMK pariwisata, SMK wirausaha, SMK informatika, SMK telekomunikasi, SMK kesehatan dan lainnya. Hampir semua jurusan pendidikan tinggi bisa dibuat sekolah menengah kejuruannya.

Sekolah menengah kejuruan masih merupakan lahan potensial untuk mengembangkan minat dan bakat terpendam dalam diri seseorang.

Dan saya percaya bahwa semua tindakan menyimpang para remaja mulai dari narkoba, pornografi, kejahatan sosial dan lainnya bisa diminimalisir apabila mereka menggeluti dan menjalani pendidikan menengah sesuai dengan minat dan bakat terpendamnya. Dan juga akan meminimalkan pemakaian istilah salah jurusan.

Briptu Norman harus bisa menjadi inspirasi sekaligus stimulus untuk menunjukkan bahwa keterampilan dan bakat terpendam bisa dimiliki oleh semua orang.

Chaya, chaya, chaya, kuch kuch hota hai.

Salam reformasi.

Rahmad Daulay

15 april 2011.

*   *   *

Tidak ada komentar:

Posting Komentar